Religi

Doa Puasa Ramadan dan Dalilnya dalam Al-qur’an dan Hadis

×

Doa Puasa Ramadan dan Dalilnya dalam Al-qur’an dan Hadis

Sebarkan artikel ini
Doa Puasa Ramadan dan Dalilnya dalam Al-qur’an dan Hadis
Doa Puasa Ramadan dan Dalilnya dalam Al-qur’an dan Hadis. /Ilustrasi (pixabay)

PenaKu.ID – Bulan suci Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai ibadah menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, Ramadan menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam ajaran Islam, doa menempati posisi penting selama Ramadan dan bahkan disebut sebagai ibadah yang sangat dianjurkan.

Allah SWT menegaskan kedekatan-Nya dengan hamba yang memanjatkan doa, sebagaimana tertuang dalam Al-qur’an:

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku.”
(QS. Al-Baqarah [2]: 186)

Ayat tersebut menjadi landasan kuat bahwa Ramadan merupakan waktu terbaik untuk memperbanyak doa dan permohonan kepada Allah SWT.

Niat Puasa Menentukan Sah Tidaknya Ibadah

Dalam pelaksanaan puasa Ramadan, niat menjadi syarat utama sahnya ibadah. Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak sah puasanya.”
(HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i)

Para ulama menjelaskan bahwa niat puasa cukup dilakukan di dalam hati dan tidak diwajibkan untuk dilafalkan dengan bacaan tertentu. Pemahaman ini penting agar masyarakat tidak menganggap bacaan niat sebagai sesuatu yang wajib, padahal tidak memiliki dasar hadis sahih.

Doa Berbuka Puasa yang Dicontohkan Rasulullah

Salah satu doa yang paling dikenal dalam ibadah puasa adalah doa berbuka. Rasulullah SAW diriwayatkan membaca doa berikut setelah berbuka puasa:

“Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insya Allah.”
(HR. Abu Dawud)

Doa tersebut mencerminkan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat berbuka sekaligus harapan agar pahala puasa diterima.

Selain itu, terdapat pula doa berbuka yang kerap diamalkan umat Islam:

“Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”

Meski terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama terkait kekuatan sanadnya, doa tersebut tetap dibolehkan sebagai bentuk permohonan dan ungkapan syukur, selama tidak bertentangan dengan syariat Islam.

Doa Orang Berpuasa Dijamin Tidak Tertolak

Keutamaan doa orang yang berpuasa ditegaskan langsung oleh Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadis disebutkan:

“Tiga doa yang tidak tertolak: doa pemimpin yang adil, doa orang yang berpuasa ketika berbuka, dan doa orang yang dizalimi.”
(HR. Tirmidzi)

Hadis ini menunjukkan bahwa waktu berbuka puasa merupakan salah satu momen mustajab. Karena itu, umat Islam dianjurkan memanfaatkan waktu tersebut untuk berdoa dengan sungguh-sungguh.

Ramadan, Momentum Terbaik Memperbanyak Doa

Selain saat berbuka, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa sepanjang Ramadan, baik setelah salat, ketika sujud, maupun pada sepertiga malam terakhir. Salah satu doa yang dianjurkan Rasulullah SAW, khususnya pada sepuluh malam terakhir Ramadan, adalah:

“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai ampunan, maka ampunilah aku.”
(HR. Tirmidzi)

Dengan memperbanyak doa, ibadah puasa tidak hanya bernilai secara fisik, tetapi juga menjadi sarana penyucian hati dan peningkatan keimanan.

Puasa Ramadan sejatinya merupakan ibadah yang menyatukan kesabaran, ketaatan, dan doa. Al-qur’an serta hadis Rasulullah SAW telah memberikan panduan jelas tentang pentingnya doa selama Ramadan, mulai dari niat puasa hingga doa berbuka. Dengan memahami dalil-dalil yang sahih, umat Islam diharapkan dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih benar, khusyuk, dan penuh makna.** (tds)