PenaKu.ID – Suhu organisasi di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Sukabumi mulai menghangat menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) III. Menanggapi dinamika yang ada, Wakil Ketua Umum HIPMI Kabupaten Sukabumi, Imam Noeril, menegaskan bahwa panggung kepemimpinan terbuka lebar bagi setiap kader yang siap membawa perubahan dan memenuhi standar organisasi.
Menurut Imam, Muscab III bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan momentum krusial untuk melakukan akselerasi dan menentukan nakhoda yang tepat bagi pertumbuhan ekonomi di Sukabumi. Ia mengundang seluruh “petarung” ekonomi muda yang memiliki kapasitas dan komitmen tinggi untuk unjuk gigi.
“HIPMI adalah ekosistem kolaborasi. Siapa pun yang punya nyali, kapasitas, dan niat tulus membesarkan organisasi, silakan maju. Muscab III ini adalah pintu bagi pemimpin yang siap membawa HIPMI berlari lebih kencang,” tegas Imam saat memberikan keterangan pada Jumat (6/3/2026).
Imam menjamin bahwa seluruh proses pemilihan akan berjalan di atas rel demokrasi yang transparan dan menjunjung tinggi marwah AD/ART. Baginya, legitimasi seorang pemimpin hanya bisa diraih melalui proses yang sehat dan dukungan solid dari akar rumput.
Persiapan Matang dan Radar Calon
Meski bursa pencalonan mulai memanas, Imam memastikan mesin organisasi tetap kondusif. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggelar Rapat Badan Pengurus Lengkap (RBPL) untuk mematangkan strategi sekaligus meresmikan tim Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC).
Terkait nama-nama yang muncul di permukaan, Imam tidak menampik bahwa sudah ada sosok yang menonjol di radar organisasi.
“Saat ini, nama Kang Ferry Supriadi sudah masuk dalam pantauan kami. Beliau adalah kader lama yang dedikasinya sudah teruji. Namun, kami sangat terbuka jika ada kader lain yang ingin ikut berkompetisi. Semakin banyak calon berkualitas, semakin bagus untuk ekosistem kita,” tambahnya.
Harapan untuk Ekonomi Daerah
Lebih dari sekadar suksesi kepemimpinan, Muscab III diharapkan menjadi ajang konsolidasi untuk melahirkan strategi baru bagi pengusaha muda di Kabupaten Sukabumi. Imam mengajak seluruh anggota untuk menjaga solidaritas demi satu tujuan: menjadikan HIPMI sebagai motor penggerak ekonomi daerah yang inklusif.
“Mari kita jadikan Muscab ini sebagai momentum upgrade diri. Kita butuh pemimpin yang bukan hanya bisa memimpin organisasi, tapi juga mampu membawa dampak nyata bagi pertumbuhan wirausaha di Sukabumi,” pungkasnya.
***





