PenaKu.ID – Beberapa tiang kabel jaringan telepon milik PT Telkom Indonesia dan tiang kabel jaringan listrik milik PT PLN (Persero) dilaporkan dalam kondisi miring dan nyaris ambruk. Tiang-tiang kabel tersebut berada di sepanjang jalan menuju Kampung Buniayu hingga akses ke Kantor Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Kondisi tiang kabel yang condong ke arah area persawahan itu disebut telah terjadi cukup lama. Pemerintah desa setempat mengaku sudah berulang kali melaporkan persoalan tersebut kepada pihak terkait, namun hingga kini belum ada tindak lanjut perbaikan.
Kepala Desa Kertamukti, Cepi Agustina, mengatakan bahwa kondisi sejumlah tiang besi penyangga kabel komunikasi dan listrik itu dikhawatirkan membahayakan warga, khususnya para petani yang beraktivitas di sawah sekitar lokasi.
“Tiang yang nyaris ambruk itu sudah lama terjadi dan sudah beberapa kali kami laporkan kepada pihak Telkom maupun PLN, tetapi sampai sekarang belum ada perhatian,” ujar Cepi, Selasa (3/3/26).
Ia menegaskan, pada akhir 2025 pihak desa kembali melayangkan laporan kepada PT Telkom dan PLN melalui Pemerintah Kecamatan Haurwangi. Langkah tersebut ditempuh agar ada respons lebih cepat dari instansi terkait. Namun, hingga kini belum terlihat tanda-tanda perbaikan di lapangan.
“Kami khawatir jika sampai benar-benar ambruk bisa membahayakan warga, terutama yang sedang bekerja di sawah. Karena itu, kami kembali membuat laporan melalui Camat Haurwangi,” tegasnya.
Respons Camat Soal Tiang Kabel Nyaris Roboh
Senada dengan itu, Camat Haurwangi, Yadi Supriyadi, membenarkan adanya sejumlah tiang penyangga kabel jaringan komunikasi dan listrik yang terlihat miring dan berpotensi tumbang.
Menurut Yadi, pada akhir November 2025 pihak kecamatan telah mengirimkan surat permohonan perbaikan kepada instansi terkait. Namun, hingga saat ini belum ada respons konkret berupa tindakan perbaikan di lokasi.
“Memang benar beberapa tiang penyangga kabel komunikasi dan listrik sudah banyak yang miring dan nyaris ambruk. Kami bersama Kepala Desa Kertamukti telah mengirimkan surat permohonan perbaikan, tetapi belum ada realisasi di lapangan,” pungkasnya.
Pemerintah desa dan kecamatan berharap pihak terkait segera melakukan penanganan sebelum terjadi insiden yang tidak diinginkan.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi terhadap pihak terkait.**










