Pemerintahan

Badan Gizi Nasional Siapkan 70.000 Motor Listrik Rp56 Juta Per Unit Tuk MBG, Netizen: Gaji Guru Honorer Saja Masih Seret!

×

Badan Gizi Nasional Siapkan 70.000 Motor Listrik Rp56 Juta Per Unit Tuk MBG, Netizen: Gaji Guru Honorer Saja Masih Seret!

Sebarkan artikel ini
Badan Gizi Nasional Siapkan 70.000 Motor Listrik Rp56 Juta Per Unit Tuk MBG, Netizen: Gaji Guru Honorer Saja Masih Seret!
Unggahan Akun Instagram @dspstudio.id, Tendang Badan Gizi Nasional Siapkan 70.000 Motor Listrik Rp56 Juta Per Unit Untuk Satuan Pelayanan MBG (Makan Bergizi Gratis). (Riyan/PenaKu.ID)

PenaKu.ID – Sebuah unggahan video dari akun Instagram @dspstudio.id mendadak viral dan memicu perdebatan panas di tengah masyarakat.

Video tersebut menyoroti pengadaan aset berupa 70.000 unit motor listrik bermerek “EMMO” yang akan digunakan sebagai kendaraan operasional Satuan Pelayanan Makan Bergizi dari Badan Gizi Nasional.

Bukan sekadar jumlahnya yang masif, publik menyoroti harga per unit motor berdesain trail adventure tersebut yang ditaksir mencapai Rp56.800.000. Anggaran fantastis ini dinilai tidak sebanding dengan urgensi di lapangan, di mana program utama yakni pemenuhan gizi masyarakat justru lebih membutuhkan suntikan dana langsung.

Fasilitas Mewah Satuan Pelayanan MBG di Tengah Defisit Gizi

Dalam video tersebut, narator mempertanyakan logika di balik pemilihan spesifikasi motor yang tampak begitu “garang” dan mahal untuk tugas mengantar makanan.

“Pertanyaannya, ini mau antar makanan atau mau ikut Reli Dakar? Pelayanan publik itu soal efisiensi fungsional, bukan soal gaya-gayaan operasional,” ungkap narator dalam video tersebut.

Unggahan itu juga menggambarkan kontras yang tajam antara deretan motor listrik mewah yang terparkir rapi dengan kondisi rakyat kecil dan anak sekolah yang masih kesulitan mendapatkan asupan gizi layak.

Reaksi Pedas Netizen: Singgung Nasib Guru Honorer Dengan Kendaraan Operasional MBG

Kolom komentar unggahan tersebut dibanjiri kritik pedas dari warganet. Salah satu isu yang paling kencang disuarakan adalah ketimpangan antara anggaran pengadaan aset dengan kesejahteraan tenaga pendidik, khususnya guru honorer di pelosok negeri.

Seorang pengguna, fatunizahamizan, mencurahkan isi hatinya sebagai guru yang telah mengabdi selama 7 tahun namun hanya menerima gaji Rp600 ribu per bulan, yang bahkan sering menunggak.

“Kondisi sekolah sangat memprihatinkan, atapnya belum di-plafon, sering ada ular dan biawak masuk kelas. Saya miris melihat ini… sekarang ikhtiar sambil jualan saja,” tulisnya.

Senada dengan itu, akun _sitnov juga mengungkapkan kekecewaannya: “Guru honorer yang gajinya secuil makin sakit hati lihat ini.”

Kekhawatiran “Gizi Anggaran” yang Bocor

Masyarakat mengkhawatirkan bahwa niat mulia untuk memperbaiki gizi nasional melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) justru tercederai oleh manajemen anggaran yang dianggap boros di sektor pendukung.

Hingga berita ini diturunkan, video tersebut terus dibagikan ulang di berbagai platform media sosial lainnya.

Publik mendesak pemerintah untuk lebih transparan dan memprioritaskan anggaran pada substansi program, yaitu kualitas makanan untuk anak-anak, daripada fasilitas operasional yang dianggap berlebihan.***