PenaKu.ID – Kehadiran buku karya Aurelie Moeremans yang berjudul “Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth” sukses menciptakan perbincangan hangat di kalangan pembaca.
Buku ini secara jujur menceritakan pengalaman kelam Aurelie sebagai korban child grooming. Namun, kejujuran tersebut justru memicu spekulasi liar dari netizen yang mencoba menebak-nebak sosok nyata di balik karakter yang ada dalam cerita tersebut.
Himbauan Aurelie Moeremans untuk Berhenti Melakukan Perundungan
Melalui platform Threads, Aurelie secara tegas meminta masyarakat untuk tidak menyerang atau merundung pihak manapun berdasarkan tebakan semata.
Ia merasa tidak nyaman melihat banyaknya asumsi yang menyudutkan beberapa nama selebriti tanah air.
Aurelie menekankan bahwa tujuan utamanya menulis buku ini bukan untuk memicu konflik baru atau mencari siapa yang salah di dunia nyata.
Aurelie Moeremans Fokus pada Kesadaran Isu Child Grooming
Bagi Aurelie, inti dari karyanya adalah tentang proses penyembuhan luka lama dan memberikan edukasi terkait bahaya child grooming.
Ia berharap pembaca bisa mengambil pelajaran berharga dari ceritanya daripada terjebak dalam aksi saling tuduh.
Dengan membagikan kisahnya, Aurelie ingin memberikan dukungan moral bagi para penyintas lainnya agar berani bersuara dan pulih dari trauma masa lalu.**











