Olahraga

Atmosfer Membara di Sukabumi Challenge 2: Gemuruh Dukungan Suporter Dongkrak Mental Atlet Taekwondo

×

Atmosfer Membara di Sukabumi Challenge 2: Gemuruh Dukungan Suporter Dongkrak Mental Atlet Taekwondo

Sebarkan artikel ini
IMG 20260524 WA0117
Foto Istimewa: Situasi Pertandingan Taekwondo Sukabumi Challenge di GOR Merdeka Kota Sukabumi, Minggu (24/5/2026).

PenaKu.ID – Gemuruh suara suporter membakar semangat ratusan atlet yang tengah berlaga dalam ajang Taekwondo Championship Sukabumi Challenge 2. Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, Gedung Olahraga (GOR) Merdeka Kota Sukabumi seolah bergetar oleh sorak-sorai dan tepuk tangan penonton yang memenuhi tribun sejak pagi hari.

Setiap kali perwakilan dojang (klub) memasuki matras pertandingan, gemuruh yel-yel dan tabuhan drum langsung membahana. Dukungan luar biasa dari para orang tua, pelatih, dan sesama atlet ini sukses menjadi suntikan motivasi bagi para peserta yang sedang beradu teknik chagi (tendangan) dan jireugi (pukulan).

Atmosfer Membara di Dalam GOR Merdeka

Suasana ketat sekaligus penuh kekeluargaan sangat terasa di dalam area pertandingan. Teriakan instruksi dari pelatih di pinggir lapangan kerap bersahutan dengan sorakan histeris penonton saat poin demi poin tercetak di papan skor digital.

“Ayo Rian! Fokus! Tendang lagi!” teriak salah satu rombongan suporter asal Sukabumi dari atas tribun, diiringi tepuk tangan berirama yang membakar atmosfer GOR.

Dukungan masif ini terbukti memberikan dampak positif bagi mental bertanding para atlet, terutama kategori Kyorugi (petarung) usia dini dan pra-remaja. Beberapa atlet yang sempat tertinggal poin tampak kembali bangkit dan tampil agresif setelah mendengar gemuruh dukungan dari arah tribun.

Tanggapan Peserta dan Penonton

Tasya Aprillia Zazmine (12), Kelas Kyorugi Unit Taekwondo Academy salah satu atlet taekwondo peserta Sukabumi Chalenge 2 yang ikut bertanding, mengaku sempat tegang sebelum masuk ke lapangan. Namun, ketegangan itu sirna begitu ia mendengar gemuruh dari bangku penonton.

“Ya, Pas baru masuk matras rasanya deg-degan banget. Tapi pas dengar teman-teman dan orang tua teriak panggil nama saya, rasanya langsung semangat dan makin percaya diri buat menyerang,” ucap Tasya sembari menyeka keringat seusai bertanding saat di wawancara awak media, Minggu (24/5/2026).

Sementara itu, salah satu orangtua atlet yang hadir secara langsung, Dadang Supandi (58) asal Nagrog Selabintana salah mengaku sengaja datang bersama keluarga besar untuk memberikan dukungan penuh. 

“Ini bukan cuma soal menang atau kalah, tapi melatih mental anak. Makanya kita di tribun harus heboh biar anak-anak tahu mereka tidak berjuang sendirian,” cetus Dadang.

Sukabumi Challenge 2: Wadah Lahirnya Atlet Berprestasi

Turnamen Sukabumi Challenge 2 ini menjadi salah satu ajang bergengsi untuk menjaring potensi-potensi muda berbakat di Jawa Barat. Dengan tingginya antusiasme penonton dan membaranya semangat para peserta, ajang ini diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit taekwondo masa depan yang siap mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional.

Hingga berita ini diturunkan, pertandingan masih terus berlangsung sengit di beberapa lapangan, diiringi atmosfer GOR Merdeka yang tidak menunjukkan tanda-tanda meredup.

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *