oleh

Apresiasi Dari Negeri Bagi Para Pejuang Pemilu 2019

Sukabumi, LabakiNews.id –

Perhelatan Akbar Demokrasi di Indonesia Yang  diselenggarakan KPU dan Bawaslu pada 17 April yang lalu telah memasuki babak Final untuk menentukan pemimpin – pemimpin baru yang akuntable dan intergritas, baik itu wakil wakil rakyat yang akan mencurahkan pengabdianya di Senayan/parlemen atau presiden dan wakil presiden sebagai eksekutif yang akan mengambil segala kebijakan untuk kemakmuran bangsa dan negara ini kedepanya.

Hal itu tentunya tak lepas dari masifnya segala bentuk langkah dan kontribusi dari para aparatur keamanan termasuk TNI dan POLRI yang berkomitmen untuk mengawal pengamanan pesta hajatan rakyat Indonesia ini sejak dari awal pendistribusian logistik pemilu sampai hari ini yang masih terus melaksanakan pemantauan jalanya rekapitulasi dan penghitungan suara ditiap – tiap PPK di semua daerah.

Walau disertai berbagai kabar dan realita yang memilukan bahwa tak sedikit aparat kepolisian dan petugas Tps serta Kpps yang meninggal dunia pada momen pelaksanaan tugas pada pemilu 2019 ini. 
Tentunya, konsistensi dan komitmen aparat terus ditunjukan untuk mempersembahkan kepada rakyat Indonesia yakni demokrasi yang aman dan kondusif.

Atas kejadian tersebut, baru – baru ini Gubernur Jawa Barat Ridwan dan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Agung Budi Maryanto bereaksi positif yang mengudang para keluarga almarhum untuk diberikan penghargaan dan apresiasi kepada petugas yang meninggal dunia pada pengamanan dan jalanya pemilu 2019.

Disamping itu ketua MUI Jawa Barat Rahmat Syafe’i dan ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Rafani Achyar memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan kepolisian juga Tni, khusunya kepada polda Jawa dan Kodam III/Siliwangi Jawa Barat yang telah serta merta mengawal dan memantau jalanya proses demokrasi dan pemilu 2019 di Jawa Barat dengan lancar dan kondusif, walau hasil fix 100% dari lembaga terkait yaitu KPU belum ditetapkan.

Pada Selasa, 23/04 di Mapolda Jabar Rafani achyar menyampaikan apresiasi nya kepada seluruh masyarakat, polri sera Tni khusnya kepada Polda Jawa Barat dan Kodam III/Siliwangi Jawabarat yang telah mengawal proses pemilu 2019 yang sudah berjalan lancar, aman, sukses dan damai.

“Apresiasi kinerja Polda dan Pangdam Jabar karena di Jawa Barat tidak ada gangguan – gangguan yang menghambat,” terang Rafani.

Ia pun menghimbau agar kita menunggu resmi hasil perhitungan Kpu, dan bila mana ada sekelumit kecurangan, kebohongan, penipuan agar diselesaikan pada lembaga yang telah ditunjuk seperti, kpu, bawaslu dan kepolisian.

Tak ketinggalan, ketua MUI Jawa Barat pun mengacungi jempol kepada masyarakat, Polri dan Tni yang sudah berhasil untuk menciptakan keamanan yang kondusif untuk melaksanakan pemilu ini.

Rahmat Syafe’i mengajak masyarakat Jawa Barat sama – sama untuk membuat keamanan, menjaga ketertiban, saling menghargai dan menghormati.

“Apabila ada ketidak puasan ada jalurnya, jadi kembalikan kepada ranahnya.” Jelas Rahmat

Melihat dan merenungi esensi dari berbagai statement yang terlontar dari berbagai public figur di negeri ini tentunya, kita semua menyadari bahwa makna demokrasi yang tersirat kali ini begitu istimewa dan berkesan dengan berbagai isu, kejadian dan realitanya.


Sejatinya ini lah transformasi kedewasaa kita untuk merespon nilai – nilai yang luhur dari kemerdekaan pemilu 2019 yang jujur dan adil.

Bahkan hal ini pun mendapatkan perhatian khusus dari kaum muda dan intelek yakni dari BEM PTNU Jawa Barat yang diwakili oleh sdr. Dohir yang menyampaikan pernyataanya lewat sebuah video eklusif terkait pemilu 2019.

Dalam video tersebut Dohir menyampaikan beberapa statementnya.

“Saya mengaprresiasi proses pemilu 2019 yang demokratis, damai, aman. Saya tidak setuju dengan langkah – langkah inkostitusional dan saya juga menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk menempuh mekanisme atau pun jalur – hukum yang telah ada. Marilah, kita hargai proses demokrasi yang telah berjalan dengan lancar, aman dan damai”. Begitulah isi pesan yang ada dlm video tersebut.

Lantas, akankah pemikiran – pemikiran dan penyataan – penyataan dari berbagai kalangan itu akan menjadi influence yang baik yang akan membangun bagi kehidupan demokrasi kita yang sejuk dan kondusif seperti yang kita impikan.


Akan kah adanya isue yang akan menggunakan people power yang telah beredar di media sosial dan masif terdengar ditelinga kita hanya akan menjadi sebatas retorika dan propaganda yang akan pupus dan musnah oleh roh suci demokrasi Kita.


Tentunya kita semua berharap dari segala perbedaan sudut pandang politik kita, akan melahirkan persatuan yang kokoh yang akan melahirkan pemimpin – pemimpin yang akan membangun dan mewujudkan mimpi – mimpinya bagi kebaikan dan kesejahteraan bangsa dan negara Indonesia.

( tds anak rimba )

Komentar

News Feed