PenaKu.ID – Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PPK 2.1) Jawa Barat tengah melakukan akselerasi pada program preservasi jalan di koridor Cibadak – Sukabumi – Cianjur hingga batas Rajamandala. Langkah ini diambil guna memastikan performa infrastruktur jalan tetap optimal dalam menyambut arus mudik Lebaran 1447 Hijriyah.
Optimalisasi Performa dan Standar Keselamatan
Fokus utama saat ini adalah penanganan patching (penambalan) pada ruas Jalan Nasional RA. Kosasih, Kota Sukabumi. Tim teknis menargetkan seluruh lubang jalan tertutup maksimal pada H-10 sebelum Hari Raya.
“Kami telah memobilisasi 4 grup patching untuk kerja secara simultan sejak pertengahan Januari. Target kami adalah mencapai kondisi Zero Pothole pada pertengahan Ramadhan, demi menjamin keamanan, kenyamanan, dan keselamatan (safety) bagi seluruh pengguna jalan,” ujar Santoso, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 Jawa Barat, dalam keterangan realisnya kepada PenaKu.ID Selasa (18/2/2026)
Lingkup Pekerjaan dan Manajemen Aset
Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa program preservasi ini tidak hanya berfokus pada perbaikan struktural aspal, tetapi juga mencakup pemeliharaan rutin kondisi jalan secara komprehensif, meliputi:
Patching Aspal: Menutup lubang dan kerusakan perkerasan aspal pada titik-titik krusial seperti Simpang Selakaso, area RS Hermina, hingga depan Gudang Bulog.
Stabilitas Drainase: Pembersihan dan normalisasi saluran untuk mencegah banjir dan genangan air yang dapat merusak lapisan aspal (base course).
Pemeliharaan Jembatan: Pembersihan dan perbaikan minor struktur jembatan di sepanjang ruas.
Ruang Milik Jalan (Rumija): Pembersihan bahu jalan, pembabatan rumput untuk menjaga jarak pandang bebas pengemudi, serta mitigasi pohon rawan tumbang terutama disaat musim hujan disertai angin kencang yang dapat membahayakan pengguna jalan.
Menjaga kinerja dan Kemantapan Jalan (Road Serviceability)
Santoso menegaskan bahwa perbaikan ini merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga standar Indeks Kondisi Perkerasan (IKP) agar tetap mantap. Mengingat intensitas kendaraan yang diprediksi meningkat tajam saat musim mudik lebara , kualitas tambalan menjadi prioritas agar tidak cepat mengalami kerusakan kembali.
“Kami memahami bahwa kondisi lubang jalan sangat berpengaruh pada kelancaran arus lalu lintas dan risiko kecelakaan. Dengan pengerahan 4 grup patching, kami melakukan percepatan di sepanjang ruas kewenangan PPK 2.1 Jabar agar konektivitas antarwilayah tetap terjaga dengan performa terbaik,” pungkasnya.
***





