Politik

PAC PPP Kabupaten Bandung Layangkan Mosi Tidak Percaya, Desak Evaluasi Kepengurusan

×

PAC PPP Kabupaten Bandung Layangkan Mosi Tidak Percaya, Desak Evaluasi Kepengurusan

Sebarkan artikel ini
PAC PPP Kabupaten Bandung Layangkan Mosi Tidak Percaya, Desak Evaluasi Kepengurusan
PAC PPP Kabupaten Bandung Layangkan Mosi Tidak Percaya, Desak Evaluasi Kepengurusan. /Foto: istimewa

PenaKu.ID – Forum Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bandung melayangkan surat mosi tidak percaya kepada Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jawa Barat. Langkah tersebut diambil setelah para PAC menilai belum adanya kegiatan kepartaian di tingkat DPC Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Bandung selama sekitar empat bulan setelah kepengurusan baru terbentuk.

Sebelumnya, DPC PPP Kabupaten Bandung telah melaksanakan Musyawarah Cabang (Muscab) di Hotel Antik, Soreang, beberapa bulan lalu. Dalam muscab tersebut, dipilih empat orang sebagai formatur untuk menentukan kepengurusan DPC PPP Kabupaten Bandung.

Beberapa minggu setelah proses tersebut, hasil rapat formatur menetapkan Edi Gunaedi sebagai Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Bandung dan Muhamad Yusuf sebagai sekretaris jenderal. Edi Gunaedi kemudian memimpin DPC PPP Kabupaten Bandung untuk periode 2026–2031.

Terpilihnya kepengurusan baru tersebut sempat memunculkan harapan dari sejumlah PAC agar terjadi perubahan dan kemajuan dalam tubuh Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Bandung.

PAC Soroti Minimnya Kegiatan DPC PPP Kabupaten Bandung

Ketua PAC Partai Persatuan Pembangunan Kecamatan Baleendah yang akrab disapa Obet mengatakan, sejumlah PAC kemudian membentuk forum sebagai wadah komunikasi untuk membahas kondisi Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Bandung.

Menurut Obet, forum tersebut dibentuk karena para PAC menilai aktivitas DPC Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Bandung masih pasif. Ia mengatakan, para PAC berharap kepengurusan baru dapat membawa perubahan dan membuat organisasi partai di tingkat kabupaten lebih aktif.

“Atas dasar rembukan para PAC PPP Kabupaten Bandung, kami membuat forum untuk komunikasi para PAC PPP Kabupaten Bandung. Harapannya, PPP Kabupaten Bandung bisa lebih maju,” ujar Obet.

Ia mengungkapkan, setelah Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPC Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Bandung diterbitkan, pihaknya mengaku belum melihat adanya kegiatan sosialisasi kepengurusan DPC bersama PAC maupun kegiatan lainnya.

Obet juga menyebut pernah ada rencana kegiatan pendidikan politik. Namun, menurut dia, kegiatan tersebut akhirnya dibatalkan dengan alasan yang dinilai tidak jelas.

“Jadi, sampai saat ini para PAC tidak tahu dan tidak mengenal siapa saja pengurus DPC PPP Kabupaten Bandung. Bahkan, ada PAC yang tidak mengetahui siapa ketua DPC dan sekretarisnya,” katanya.

Forum PAC Layangkan Mosi Tidak Percaya

Setelah sekitar empat bulan kepengurusan berjalan dan forum PAC menilai belum ada kegiatan yang dilaksanakan, para PAC kemudian mengambil langkah dengan mengirimkan surat mosi tidak percaya kepada DPW PPP Jawa Barat.

Forum PAC Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Bandung berharap DPW PPP Jawa Barat dapat mengevaluasi dan menyikapi surat yang telah mereka layangkan tersebut.

Obet mengatakan, langkah itu dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap keberlangsungan organisasi PPP Kabupaten Bandung.

“Kami forum PAC PPP Kabupaten Bandung sangat berharap kepada pihak DPW PPP Jawa Barat untuk mengevaluasi dan menyikapi surat mosi tidak percaya yang kami layangkan,” ujarnya.

PAC Buka Opsi Minta Muscab Luar Biasa

Forum PAC PPP Kabupaten Bandung juga menyatakan akan mengambil langkah berikutnya apabila surat yang disampaikan kepada DPW PPP Jawa Barat tidak mendapatkan respons.

Menurut Obet, pihaknya berencana menyampaikan persoalan tersebut kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP. Forum PAC juga mendorong agar dapat dilaksanakan Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub).

“Apabila pihak DPW PPP Jawa Barat mengacuhkan surat yang kami layangkan, tentu kami akan melayangkan surat dan berangkat ke DPP agar bisa dilaksanakan Muscab Luar Biasa,” katanya.

Obet menegaskan, forum PAC menyatakan langkah tersebut bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan menurut mereka ditujukan bagi kepentingan partai.

“Kami forum PAC PPP Kabupaten Bandung melakukan ini bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk kepentingan partai,” pungkasnya.**