PenaKu.ID – Kebiasaan berbohong berulang kali tidak selalu dilakukan demi mendapatkan keuntungan.
Ada orang yang tetap menyampaikan cerita tidak benar meski tidak memperoleh manfaat yang jelas. Kondisi seperti ini kerap disebut sebagai pathological liar.
Istilah tersebut menggambarkan pola kebohongan yang dilakukan secara terus-menerus dan sulit dikendalikan. Cerita yang disampaikan bahkan bisa terdengar sangat meyakinkan, tetapi kemudian berubah ketika kembali diceritakan.
Pathological Liar Bukan Diagnosis Resmi
Dalam dunia kesehatan mental, pathological liar bukanlah diagnosis resmi. Istilah ini lebih banyak digunakan untuk menggambarkan perilaku atau pola berbohong yang menetap.
Karena itu, seseorang tidak semestinya langsung diberi label pathological liar hanya berdasarkan kebiasaannya berbohong. Penilaian mengenai kondisi psikologis membutuhkan pemahaman yang lebih menyeluruh.
Pathological Liar Bisa Mengganggu Kehidupan Sosial
Kebiasaan berbohong secara terus-menerus dapat menimbulkan persoalan dalam hubungan dengan orang lain. Ketika cerita sering berubah atau sulit dipercaya, kepercayaan dari keluarga, teman, maupun rekan kerja dapat ikut terdampak.
Dampaknya juga dapat merambah pekerjaan dan kehidupan sehari-hari. Memahami perilaku ini secara hati-hati penting agar seseorang tidak terburu-buru memberikan diagnosis atau stigma hanya berdasarkan pengamatan terhadap kebiasaannya.**





