PenaKu.ID – Sebanyak 18 unit rumah tidak layak huni (rutilahu) di Desa Girimukti, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, berhasil direnovasi melalui program Rereongan Sapoe Sarebu atau Poe Ibu yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat.
Renovasi tersebut sepenuhnya dibiayai dari hasil iuran para ASN Pemda Provinsi Jawa Barat. Setiap ASN menyisihkan Rp1.000 setiap hari untuk mendukung program tersebut.
Hasil renovasi kemudian ditinjau langsung oleh Gubernur Jawa Barat sekaligus inisiator gerakan Poe Ibu, Dedi Mulyadi, pada Senin (7/9/2026).
Renovasi Tak Sekadar Memperbaiki Bangunan
Perbaikan terhadap 18 rumah tersebut tidak hanya berfokus pada struktur bangunan. Sejumlah rumah juga diperluas dan dilengkapi fasilitas yang lebih memadai agar lebih layak dan nyaman untuk ditempati.
Dedi Mulyadi mengatakan, beberapa rumah sebelum direnovasi belum memiliki fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK). Bahkan, terdapat rumah yang belum memiliki jaringan listrik secara mandiri.
“Jadi ini tidak saja hanya renovasi tapi memperluas juga, lalu sebelumnya tidak ada MCK sekarang ada, listrik sekarang mandiri, septic tank juga kita bikin,” tutur KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi.
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menjelaskan, pekerjaan renovasi juga meliputi pembuatan kamar mandi serta perbaikan sejumlah bagian rumah.
Perbaikan tersebut mencakup lantai dan dinding, penggantian genting, pemasangan plafon, hingga kaca.
Lewat Gerakan Poe Ibu 18 Rumah Kini Layak Ditinggali
Seluruh proses renovasi 18 rumah tersebut berlangsung selama tiga minggu. Setelah pekerjaan selesai, seluruh rumah kini telah memenuhi kelayakan untuk ditempati.
Perubahan kondisi rumah dirasakan langsung oleh salah satu penerima manfaat, Enung. Ia menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada para ASN yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu renovasi rumah tersebut.
“Alhamdulillah bingah teu tiasa nyarios nanaon, hatur nuhun ka Bapak Ibu tos nyumbangkeun rizkina kanggo abdi. Hatur nuhun oge kanggo Bapak KDM,” ucapnya.
Poe Ibu sendiri merupakan gerakan partisipatif yang mengedepankan semangat gotong royong. Gerakan tersebut berlandaskan nilai kearifan lokal masyarakat Sunda, yakni “silih asih, silih asah, silih asuh”.**











