Pemerintahan

Jabar Bidik Investasi dari Henan China, Ini Sektor yang Dilirik

×

Jabar Bidik Investasi dari Henan China, Ini Sektor yang Dilirik

Sebarkan artikel ini
Jabar Bidik Investasi dari Henan China, Ini Sektor yang Dilirik
Jabar Bidik Investasi dari Henan China, Ini Sektor yang Dilirik

PenaKu.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) membuka peluang memperkuat kerja sama dengan Provinsi Henan, Republik Rakyat Tiongkok, di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, pertanian, industri kendaraan listrik, hingga pariwisata dan kebudayaan.

Hal itu mengemuka dalam pertemuan Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan dengan delegasi Provinsi Henan di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (3/9/2026).

Delegasi Henan dipimpin Anggota Komite Tetap Komite Provinsi Henan Partai Komunis Tiongkok (PKT) sekaligus Menteri Departemen Publisitas Provinsi Henan, Wang Song, bersama jajaran.

Erwan mengatakan, hubungan antara Jabar dan Provinsi Henan telah terjalin cukup lama. Menurut dia, kunjungan delegasi Henan kali ini menjadi kesempatan untuk meningkatkan hubungan tersebut melalui kerja sama yang lebih konkret.

“Dari Provinsi Henan sendiri sudah beberapa kali ke sini, dari 2007, 2017. Terus hari ini juga delegasi langsung dipimpin Mr. Wang Song dan rombongan,” ujar Erwan.

Jabar-Henan Siapkan Kerja Sama Lebih Konkret

Erwan menjelaskan, Pemprov Jabar saat ini tengah menginventarisasi berbagai komoditas barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat di Provinsi Henan dan berpotensi dipasok dari Jawa Barat. Hal serupa juga akan dilakukan untuk melihat kebutuhan di Jawa Barat yang dapat dipenuhi melalui kerja sama dengan Henan.

Inventarisasi tersebut dinilai penting agar pembahasan kerja sama pada pertemuan selanjutnya dapat lebih terarah. Dengan begitu, sektor maupun komoditas yang nantinya dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) dapat segera ditindaklanjuti melalui langkah konkret.

Salah satu peluang kerja sama yang mulai mendapat perhatian ialah sektor usaha. Erwan menyebut delegasi Henan menunjukkan ketertarikan untuk bekerja sama dengan PT Ultrajaya di Padalarang.

“Termasuk tadi dari Provinsi Henan sangat tertarik untuk kerja sama dengan PT Ultrajaya (Padalarang), karena mereka kemarin sudah berkunjung ke PT Ultrajaya dan akan segera tindak lanjut. Itu acara B2B (business-to-business),” katanya.

Selain kerja sama antarpelaku usaha, sejumlah sektor lain juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan. Di antaranya agrikultur, industri kendaraan listrik, pangan, pariwisata, dan kebudayaan.

Erwan berharap semakin banyak investor asal Henan yang menanamkan modalnya di Jawa Barat.

“Mudah-mudahan masih banyak para investor dari Henan ini yang bisa berinvestasi di Jawa Barat. Saya membidik para investor (berinvestasi) di sini,” ucapnya.

Gandum dan Kedelai Jadi Perhatian

Dalam sektor perdagangan dan pertanian, Erwan turut menyoroti gandum sebagai salah satu komoditas agrikultur unggulan Provinsi Henan.

Menurut dia, kerja sama dengan Henan dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperluas sumber pasokan komoditas strategis tersebut. Diversifikasi sumber pasokan dinilai penting untuk mengantisipasi dampak berbagai persoalan global.

“Nah, kita harus punya sumber lain apabila terjadi sesuatu (isu) global ya, dengan Amerika segala macam, Tiongkok saya kira bisa kita ambil,” kata dia.

Selain gandum, komoditas kedelai juga menjadi perhatian. Erwan mengatakan, ketersediaan dan harga kedelai berkaitan dengan kebutuhan industri pangan, termasuk produksi tahu.

“Tadi saya menanyakan tentang kacang kedelai yang kita selalu bermasalah dengan (produksi) tahu. Begitu kacang kedelai ataupun dolar naik, itu kan sangat berdampak. Kita coba nanti dengan Tiongkok, khususnya Provinsi Henan, seperti itu ya,” tuturnya.

Kerja sama pertanian juga berpotensi mencakup pertukaran benih padi. Menurut Erwan, pertukaran tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi yang dapat dikembangkan antara Jabar dan Henan.

“Itu komoditasnya. Mungkin juga padi begitu ya, yang nanti bisa kita tukar benih dan segala macamnya, yang bisa kita lakukan dengan itu,” imbuhnya.

Jabar dan Henan Punya Potensi Pariwisata dan Budaya

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Iendra Sofyan mengatakan, sektor pariwisata dan kebudayaan juga menjadi bidang yang berpotensi dikembangkan melalui kerja sama Jawa Barat dan Henan.

Menurut Iendra, kondisi geografis kedua wilayah dapat menjadi peluang untuk saling melengkapi dalam pengembangan destinasi wisata.

Salah satunya berkaitan dengan wisata bahari. Henan tidak memiliki wilayah laut sehingga Jabar dapat menawarkan potensi wisata pantai dan laut yang dimilikinya. Sementara itu, daya tarik wisata pegunungan dinilai memiliki karakteristik yang relatif serupa.

“Jadi mereka tidak punya laut. Nah, oleh sebab itu kita bisa menawarkan laut di sini. Kalau pegunungan mungkin sama (daya tariknya),” kata Iendra.

Tidak hanya wisata alam, Iendra juga melihat peluang kerja sama dalam bidang kebudayaan. Menurutnya, terdapat sejumlah kemiripan unsur budaya yang dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kolaborasi.

“Nah, saya kira ada kemiripan, tapi justru menariknya adalah seperti apa nanti miripnya, kayak Pencak Silat dengan Shaolin, kemudian bedug dengan di sana juga ada dan sebagainya,” ujarnya.

Pertukaran Budaya hingga Jaringan Bisnis Pariwisata

Iendra menambahkan, kerja sama juga dapat diperluas ke bidang sejarah dan pertukaran pengetahuan. Ia menyebut Provinsi Henan memiliki sekitar 500 museum yang berpotensi menjadi bagian dari kolaborasi di bidang kebudayaan dan sejarah.

Menurut dia, kerja sama pariwisata dan budaya juga dapat diarahkan untuk memperkuat hubungan bisnis di antara pelaku industri kedua wilayah.

Salah satu bentuknya ialah menghubungkan agen perjalanan maupun operator perjalanan dari Jabar dan Henan. Konektivitas tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi pelaku industri pariwisata untuk saling menawarkan paket wisata.

Dengan adanya jaringan antarpelaku usaha tersebut, Jawa Barat dan Henan diharapkan dapat meningkatkan arus kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat kerja sama di sektor pariwisata dan kebudayaan.**