PenaKu.ID -Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Umat Islam (DPP PUI) menggelar kegiatan Kemah Nasional Satuan Komunitas (Sako) Pramuka PUI yang berpusat di Selabintana, Kabupaten Sukabumi. Pemilihan lokasi ini memiliki nilai historis yang mendalam, mengingat Sukabumi dan Majalengka merupakan daerah bersejarah tempat lahirnya organisasi PUI.
Turut hadir dalam pembukaan Apel Kebangsaan Kemah Nasional, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kabintelkam, Komjen Pol. Yuda Gustawan, Kabid Humas Mabes Polri, Irjen. Pol Jhonny Eddison Isir, Kapolda Jabar, Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto beserta jajaran, Bupati Sukabumi, Wakil Wali Kota Sukabumi dan tokoh masyarakat lainnya.
Ketua PD PUI Kota Sukabumi, KH. Baden Badrudin menjelaskan bahwa agenda ini dirancang sebagai tolak ukur pembinaan kepramukaan di lingkungan PUI, mulai dari tingkat daerah hingga nasional. Selain bertujuan merekatkan kejamaahan, kegiatan ini diproyeksikan untuk melahirkan kader yang mandiri, berdisiplin tinggi, berakhlak mulia, serta memiliki jiwa kewirausahaan.
“Tujuan dari kegiatan ini tidak lain adalah membentuk karakter Pramuka PUI yang mandiri, berdisiplin, berakhlak mulia, dan memiliki daya entrepreneur. Kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kejamaahan secara keseluruhan,” ujar KH Baden kepada awak media, Kamis (3/9/2026).
Ajang berskala nasional ini turut dihadiri oleh Kapolri beserta jajaran, Kapolda, Bupati Sukabumi, Wakil Wali Kota Sukabumi, serta jajaran tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai elemen pejabat publik dan tokoh daerah tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap kiprah PUI.

Penguatan Struktur Sako dan Pesan Kepemimpinan
Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Syuro PUI Pusat, Drs. Munandi Saleh, M,Si menekankan bahwa Kemah Nasional ini menjadi momentum penting untuk konsolidasi organisasi, baik di tingkat pengurus, masyarakat, maupun pelajar dan mahasiswa. PUI saat ini tengah merintis pembentukan Sako Pramuka PUI secara berjenjang di berbagai wilayah, seperti Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Lampung, hingga ke tingkat nasional.
Munandi menggarisbawahi pentingnya pendidikan kepramukaan sebagai wadah pembentukan karakter kader bangsa yang berdisiplin. Ia mencermati bahwa banyak figur kepolisian, termasuk jenderal di jajaran Polri, yang memiliki latar belakang sebagai anggota Pramuka semasa sekolah.
“Kami berharap Kemah Nasional ini menjadi ajang komunikasi dan bertukar pengalaman antardaerah. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan kader-kader bangsa yang tidak hanya setia pada kelompoknya, tetapi juga siap menjadi pemimpin masa depan yang merangkul seluruh potensi bangsa,” tutur Munandi.
Pendorong Gelar Pahlawan Nasional untuk Tokoh PUI
Di luar agenda kepramukaan, ajang ini juga mengemukakan dorongan pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi tokoh pendiri PUI. Dari tiga pendiri utama PUI, yaitu KH Abdul Halim dan KH Ahmad Sanusi telah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Saat ini, upaya pengusulan tengah difokuskan untuk tokoh pendiri lainnya, yakni KH Ahmad Sanusi (yang kembali ditegaskan dukungannya) serta Mr. Shamsoedin yang sebelumnya telah menerima penghargaan Bintang Mahaputera Utama.
Pihak PUI mengapresiasi respons positif dari Kapolri dan jajaran pemerintah daerah yang menyatakan dukungan terhadap proses pengusulan tersebut.
“Pengusulan ini tentu harus didukung oleh semua pihak secara bottom-up, baik oleh Pemerintah Kabupaten dan Kota Sukabumi, tokoh PUI, maupun masyarakat luas. Mudah-mudahan harapan agar tokoh PUI dapat terwujud menjadi Pahlawan Nasional dapat terealisasi di tahun-tahun mendatang,” pungkas Munandi.
***





