PenaKu.ID – l Kisah awal perjalanan grup K-pop RESCENE ternyata dibangun dari sebuah keputusan investasi berisiko.
Sebelum resmi debut dan dikenal publik, agensi yang menaungi grup tersebut mendapat suntikan dana 1 miliar won atau sekitar 760.000 dolar AS, ketika susunan member bahkan belum sepenuhnya ditentukan.
Cerita tersebut disampaikan dalam wawancara yang dipublikasikan pada 31 Agustus melalui kanal YouTube Videomug. Dalam wawancara itu, Lee Hyun Song, CEO SmartStudy Ventures, mengungkap alasan di balik keputusannya berinvestasi pada The Muse Entertainment, agensi RESCENE.
Saat investasi dilakukan, perusahaan disebut belum memiliki susunan anggota yang final selain Minami. Selain itu, belum tersedia tim keuangan dan rencana bisnis perusahaan juga belum tersusun secara lengkap.
Lagu “YoYo” RESCENE Jadi Pemicu Kepercayaan Investor
Meski kondisi perusahaan masih jauh dari matang, Lee Hyun Song justru melihat potensi dari musik yang dimiliki RESCENE. Saat itu, perusahaan baru mempunyai sebuah guide track berjudul “YoYo”, yang belum menjadi lagu debut final maupun bagian dari album yang telah rampung.
Lee mengatakan perkembangan popularitas genre New Jack Swing dalam industri K-pop turut memengaruhi penilaiannya. Tren tersebut semakin mendapat perhatian setelah kemunculan sejumlah grup seperti NewJeans.
Komposer yang mengerjakan musik tersebut juga disebut mendapat pendidikan dari Berklee College of Music. Kemampuan mereka dalam menawarkan interpretasi berbeda terhadap New Jack Swing membuat Lee semakin yakin dengan prospek RESCENE.
Bahkan, ketika keraguan muncul selama proses evaluasi investasi, Lee mengaku mendengarkan guide track itu lebih dari 50 kali. Ia menilai mendukung generasi baru komposer K-pop merupakan investasi yang memiliki arti penting.
Investasi yang Diterima RESCENE Diikuti Perubahan Model Pendapatan
Keputusan tersebut tidak diambil dengan mudah. Lee mengungkapkan adanya pembahasan intens menjelang rapat komite investasi, terutama karena kondisi perusahaan saat itu dinilai masih belum cukup berkembang.
Selain memberikan pendanaan, Lee turut mendorong perubahan struktur pendapatan perusahaan. Sebagian royalti hak cipta yang sebelumnya langsung diterima komposer diarahkan untuk turut menjadi pendapatan perusahaan.
Menurut Lee, langkah tersebut diperlukan untuk menciptakan keseimbangan karena kreator biasanya memperoleh porsi besar dari pendapatan industri konten, sementara perusahaan produksi justru mendapatkan bagian yang lebih kecil.
Dana investasi itu berasal dari dana kebudayaan yang dikelola Korea Venture Investment Corp., yang mendorong investasi modal ventura swasta pada industri konten budaya. Kisah tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah lagu yang masih berupa guide track dapat menjadi awal keyakinan investor terhadap masa depan RESCENE.**








