PenaKu.ID – Anak yang sering membantah tidak selalu berarti memiliki perilaku buruk. Pada tahap tertentu, mereka sedang belajar menyampaikan keinginan, memahami batasan, dan membangun kemandirian.
Orang tua sebaiknya tidak langsung merespons perilaku tersebut dengan bentakan. Reaksi keras justru berpotensi membuat komunikasi semakin sulit.
Dengarkan Sebelum Memberi Nasihat untuk Anak yang Sering Membantah
Ketika anak menolak atau membantah, orang tua dapat mencoba memahami alasan di balik perkataannya. Dengarkan terlebih dahulu, kemudian jelaskan aturan dengan bahasa sederhana.
Batasan tetap perlu diberikan. Namun, aturan sebaiknya disampaikan secara jelas dan konsisten. Anak perlu mengetahui tindakan mana yang diperbolehkan dan mana yang tidak.
Hindari Membalas Emosi Anak yang Sering Membantah
Orang tua juga perlu mengendalikan respons ketika menghadapi anak yang sedang marah. Berbicara dengan suara tenang dapat membantu menciptakan suasana yang lebih kondusif.
Pilihan terbatas juga bisa diberikan agar anak merasa memiliki ruang untuk menentukan sesuatu. Misalnya, memilih waktu mengerjakan tugas di antara dua pilihan yang sudah ditentukan.
Mendidik anak bukan sekadar membuat mereka patuh. Proses tersebut juga bertujuan membantu anak memahami emosi, menghargai aturan, dan belajar berkomunikasi secara sehat.
Dengan pendekatan yang sabar dan konsisten, kebiasaan membantah dapat menjadi kesempatan bagi orang tua untuk mengajarkan kemampuan berkomunikasi dan pengendalian diri.**









