PenaKu.ID – Pemilihan presiden Kolombia yang akan berlangsung Minggu ini (21 Juni 2026) diwarnai dengan ketegangan hebat.
Insecurity atau ketidakamanan telah menjadi topik utama yang menghantui pikiran para pemilih, seiring dengan meningkatnya kekerasan yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata di berbagai wilayah negara tersebut.
Dua Visi Kolombia yang Berbeda
Dua kandidat memiliki pendekatan yang sangat bertolak belakang. Senator Iván Cepeda, yang beraliran kiri, mengusung strategi “total peace” dengan mengutamakan negosiasi, sebuah langkah yang dinilai krusial bagi pendukungnya namun dikritik sebagai kegagalan oleh lawan politiknya.
Sebaliknya, pengusaha kanan Abelardo de la Espriella menjanjikan pendekatan militer yang keras, termasuk pembangunan mega-penjara untuk para kriminal.
Harapan Warga Kolombia di Tengah Konflik
Situasi ini dipicu oleh kegagalan pemerintah dalam mengamankan wilayah yang ditinggalkan kelompok lama, serta meningkatnya produksi kokain.
Warga seperti Edilma Martinez Flores, yang terpaksa meninggalkan rumahnya karena ancaman bom, sangat berharap pemilu ini membawa perubahan nyata. Nasib ribuan orang yang terdampak konflik kini bergantung pada siapa yang akan memimpin Kolombia selanjutnya.**











