Peristiwa

Padi Warga Cianjur Disemprot Misterius, 2 Hektare Mendadak Kering

×

Padi Warga Cianjur Disemprot Misterius, 2 Hektare Mendadak Kering

Sebarkan artikel ini
Padi Warga Cianjur Disemprot Misterius, 2 Hektare Mendadak Kering
Padi Warga Cianjur Disemprot Misterius, 2 Hektare Mendadak Kering

PenaKu.ID – Kurang lebih dua hektare tanaman padi yang baru ditanam warga di Kampung Pasirhapa, RT 03/06, Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mendadak mengering setelah diduga disemprot cairan pembasmi rumput oleh orang tak dikenal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, lahan sawah yang digarap warga Kampung Pasirhapa, Sengkong, Pasirsingkup, Pasirsembung, Pasirjeruk, Kepuh, dan sejumlah kampung lain di Desa Cibiuk Cianjur itu merupakan milik PT Puyen dengan total luas mencapai lebih dari 200 hektare. Dari keseluruhan lahan tersebut, sekitar 45 hektare saat ini ditanami padi oleh warga penggarap.

Sementara itu, area yang terdampak penyemprotan pembasmi rumput diperkirakan mencapai dua hektare. Tanaman padi yang baru ditanam pun dilaporkan mati dan mengering.

Warga Cianjur menyebut pelaku penyemprotan tidak dikenal. Namun, saat kejadian berlangsung, warga mengaku melihat seseorang yang diduga oknum humas PT Puyen bernama Yudi berada di lokasi dan mengawasi dari kejauhan bersama beberapa orang lainnya.

Menurut salah seorang penggarap warga Cianjur, Ade Munajat, warga sebenarnya tidak keberatan apabila lahan tersebut sewaktu-waktu akan digunakan kembali oleh pihak perusahaan. Namun, ia menilai tindakan penyemprotan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu sangat disayangkan karena tidak sesuai dengan kesepakatan sebelumnya.

“Kalau memang lahan mau dipakai kembali, kami tidak akan menghalangi. Tapi seharusnya ada pemberitahuan dulu sesuai surat perjanjian yang pernah dibuat. Jangan tiba-tiba langsung menyemprot tanaman sampai mati seperti ini,” ujar Ade.

Pelaku Penyemprotan Padi Warga Cianjur Kabur

Ade menduga seluruh tanaman padi milik warga bisa saja habis disemprot apabila pelaku tidak lebih dulu diketahui warga. Saat kejadian, pelaku disebut langsung melarikan diri setelah warga penggarap berdatangan dan melakukan protes.

“Kalau tidak kepergok, mungkin semua tanaman padi akan habis disemprot. Pelakunya keburu kabur, kami hanya bisa mengamankan alat semprot, ember, beberapa botol obat pembasmi rumput, dan perlengkapan lainnya,” katanya.

Ia juga meminta apabila lahan tersebut nantinya kembali diambil alih oleh perusahaan, maka area batas lahan sebaiknya dipasang pagar tembok agar hewan liar tidak masuk ke permukiman warga.

Menurutnya, saat lahan sebelumnya dibiarkan kosong dan tidak ditanami, beberapa ular kobra sempat masuk ke lingkungan warga hingga menyebabkan adanya korban gigitan ular.

“Silakan saja kalau memang lahannya mau dipakai lagi, tapi mohon ada pemberitahuan dan batas lahan dipagar. Dulu waktu lahan kosong banyak ular kobra masuk ke permukiman warga,” tambahnya.

DPRD Kabupaten Cianjur Ikut Meradang

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Cianjur dari Fraksi Gerindra, Asep Deni Mulyadi, menyayangkan adanya tindakan sepihak yang diduga dilakukan pihak PT Puyen terhadap tanaman padi milik warga penggarap di Desa Cibiuk.

Ia menilai tindakan tersebut tidak sesuai dengan surat pernyataan yang sebelumnya telah dibuat antara pihak perusahaan dan warga penggarap.

Menurutnya, tindakan perusakan tanaman pertanian dapat masuk ke ranah pidana apabila terbukti dilakukan secara sengaja. Karena itu, pihaknya akan segera melayangkan surat kepada PT Puyen agar persoalan tersebut segera diselesaikan dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Kami sangat menyayangkan jika benar ada pihak yang memusnahkan tanaman padi milik warga penggarap. Apalagi sebelumnya sudah ada kesepakatan bahwa kapan pun lahan akan digunakan kembali oleh perusahaan, harus ada pemberitahuan terlebih dahulu,” pungkasnya.**