Ekonomi

Pendapatan Pekerja Informal di Kabupaten Bogor Tembus Rp1,9 Juta, Pendidikan Menengah Atas Jadi Penentu

×

Pendapatan Pekerja Informal di Kabupaten Bogor Tembus Rp1,9 Juta, Pendidikan Menengah Atas Jadi Penentu

Sebarkan artikel ini
Pendapatan Pekerja Informal di Kabupaten Bogor Tembus Rp1,9 Juta, Pendidikan Menengah Atas Jadi Penentu
Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat tahun 2025 dan Diperbarui pada Tanggal 23 Febuari 2026.(Foto:Riyan/PenaKu.ID).

PenaKu.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat merilis data terbaru mengenai rata-rata pendapatan bersih sebulan pekerja informal menurut kabupaten/kota dan tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan untuk tahun 2025. 

Berdasarkan Website BPS Jawa Barat diperbarui tanggal 23 Febuari 2026, wilayah Kabupaten Bogor menunjukkan angka yang cukup signifikan dibandingkan beberapa wilayah tetangganya, meski masih berada di bawah angka rata-rata beberapa kota besar di Jawa Barat.

Secara umum, rata-rata pendapatan bersih pekerja informal di Kabupaten Bogor menyentuh angka Rp1.941.934 per bulan. Angka ini menempatkan Kabupaten Bogor sedikit di atas rata-rata Provinsi Jawa Barat yang berada di angka Rp1.870.907.

Korelasi Pendidikan dan Pendapatan di Kabupaten Bogor 

Data tersebut memperlihatkan tren linier di Kabupaten Bogor, semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin besar peluang pendapatan yang diperoleh di sektor informal. 

Berikut adalah rincian pendapatan berdasarkan latar belakang pendidikan di Kabupaten Bogor:

1. Lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) ke Atas: Mencatatkan pendapatan tertinggi sebesar Rp2.300.808.

2. Lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP): Berada di angka Rp1.783.807.

3. Lulusan Sekolah Dasar (SD): Sebesar Rp1.908.114.

4. Tidak Tamat SD/Belum Sekolah: Menempati posisi terendah dengan Rp1.488.508.

Menariknya, pendapatan pekerja informal lulusan SD di Kabupaten Bogor justru sedikit lebih tinggi dibandingkan lulusan SMP. Hal ini ditengarai karena sektor informal untuk lulusan SD seringkali melibatkan pekerjaan fisik atau perdagangan yang memiliki perputaran arus kas harian yang stabil di wilayah penyangga ibu kota.

Perbandingan Regional Wilayah Kabupaten Bogor dengan Tetangganya 

Jika dibandingkan dengan wilayah tetangga, Kabupaten Bogor masih unggul jauh dari Kabupaten Cianjur yang rata-rata pendapatannya hanya sebesar Rp1.502.379 dan Kabupaten Sukabumi sebesar Rp1.692.512. 

Namun, Kabupaten Bogor masih tertinggal dari Kota Bogor yang mencatatkan rata-rata pendapatan informal sebesar Rp1.980.114.

Data ini bersumber dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025 yang mencakup penduduk bekerja dengan status berusaha sendiri, pekerja bebas di sektor pertanian, maupun non-pertanian.

Kondisi ini menjadi indikator penting bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor dalam memetakan kesejahteraan masyarakat yang bergerak di sektor non-formal, mengingat sektor ini merupakan salah satu tulang punggung ekonomi kerakyatan di wilayah Bumi Tegar Beriman.***