Ragam

Ini Titik Macet Parah Saat Mudik Lebaran 2026 di Jabar

×

Ini Titik Macet Parah Saat Mudik Lebaran 2026 di Jabar

Sebarkan artikel ini
Ini Titik Macet Parah Saat Mudik Lebaran 2026 di Jabar
Ini Titik Macet Parah Saat Mudik Lebaran 2026 di Jabar. /Ilustrasi (pixabay)

PenaKu.ID – Sejumlah jalur utama non tol di Jawa Barat diperkirakan akan mengalami kepadatan lalu-lintas saat arus mudik Idulfitri 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perhubungan menyiapkan berbagai langkah rekayasa lalu-lintas guna mengurangi potensi kemacetan di sejumlah titik krusial.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, menyebutkan salah satu ruas yang diprediksi mengalami kepadatan tinggi adalah jalur Simpang Jomin–Simpang Mutiara hingga Cikopo. Untuk mengurai kemacetan di kawasan tersebut, Dinas Perhubungan bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional berencana menutup sebagian besar putaran balik.

Sebanyak 47 titik putaran balik (u-turn) akan ditutup sementara, sementara 8 titik lainnya tetap dibuka guna menjaga kelancaran arus kendaraan.

Selain itu, jalur Ciawi–Cibadak–Sukabumi juga diperkirakan mengalami lonjakan volume kendaraan saat puncak arus mudik dan arus balik. Kepolisian akan melakukan penindakan terhadap kendaraan angkutan barang dengan sumbu tiga atau lebih yang nekat melintas di jalur tersebut pada periode pembatasan.

Pemerintah daerah juga akan menertibkan parkir liar serta aktivitas pedagang kaki lima di badan jalan yang berpotensi menghambat arus lalu lintas.

Kemacetan juga diprediksi terjadi di jalur Ciawi–Simpang Gadog–Puncak, Kabupaten Bogor, yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan kepadatan kendaraan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, kepolisian akan menerapkan sistem ganjil genap serta rekayasa lalu-lintas satu arah (one way) pada waktu-waktu tertentu.

Sementara itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan menertibkan berbagai aktivitas masyarakat di sepanjang jalur tersebut agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas.

Dishub Jawa Barat juga menyoroti potensi kemacetan di kawasan Simpang Susun Cileunyi dan Nagreg di Kabupaten Bandung. Untuk mempercepat arus kendaraan, petugas akan menyiapkan perangkat pembaca kartu tol elektronik portabel (mobile reader).

“Selain itu, akan disiapkan papan informasi tambahan jika dilakukan pengalihan arus menuju Tol Cisumdawu,” ujar Dhani, Senin (9/4/2026).

Titik rawan macet lainnya diperkirakan berada di jalur Limbangan–Malangbong dan Gentong. Penertiban aktivitas masyarakat di sekitar badan jalan juga akan dilakukan guna meminimalkan hambatan lalu lintas.

Adapun jalur terakhir yang diprediksi mengalami kepadatan adalah Pelumbon–Kadawung–Cirebon.

“Pemerintah daerah akan menertibkan parkir di pinggir jalan serta pedagang kaki lima yang menggunakan badan jalan untuk menurunkan tingkat kemacetan di Pelumbon–Kadawung–Cirebon,” kata Dhani.

Daftar Jalur Alternatif Mudik Hindari Macet

Untuk menghindari kepadatan di jalur utama, pemudik juga disarankan memanfaatkan sejumlah jalur alternatif yang telah disiapkan pemerintah.

Jalur Alternatif Wilayah Utara Jawa Barat

Terdapat delapan rute alternatif, yaitu:

Sukamandi – Kalijati (22 km)

Pamanukan – Subang (31 km)

Kadipaten – Jatitujuh – Jatibarang (40,7 km)

Haurgeulis – Patrol (19 km)

Cikamurang – Jangga (35 km)

Budur – Tegalgubug – Jagapura – Mundu (32 km)

Losari – Ciledug – Cidahu – Kuningan (95 km)

Cirebon – Sumber – Rajagaluh – Majalengka (32 km)

Jalur Alternatif Wilayah Tengah Jawa Barat

Empat jalur alternatif disiapkan, yakni:

Subang – Lembang – Bandung (41 km)

Sumedang – Jalan Cagak – Wanayasa – Purwakarta (85 km)

Talaga – Bantarujeg – Wado – Sumedang (79 km)

Kuningan – Cikijing – Majalengka – Kadipaten (45 km)

Jalur Alternatif Wilayah Selatan Jawa Barat

Sementara di wilayah selatan tersedia lima jalur alternatif, yaitu:

Garut – Banyuresmi – Leuwigoong – Kadungora – Cijapati – Majalaya – Bandung (78 km)

Sasak Beusi – Cibatu – Leles (19 km)

Banjar – Manonjaya – Tasikmalaya (44 km)

Malangbong – Wado (15 km)

Parakan Muncang – Warung Simpang (9 km)

Pemerintah daerah berharap jalur alternatif tersebut dapat dimanfaatkan pemudik agar arus kendaraan saat Lebaran 2026 tetap terkendali dan kemacetan di jalur utama bisa ditekan.**