PenaKu.ID – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, sebagian umat Islam di Indonesia memiliki tradisi mandi sebelum puasa Ramadan sebagai bentuk persiapan menyambut ibadah puasa. Praktik ini umumnya dilakukan pada malam pertama Ramadan atau pada hari-hari terakhir bulan Sya’ban. Tradisi tersebut kerap dimaknai sebagai upaya membersihkan diri, baik secara fisik maupun spiritual, sebelum memasuki bulan penuh ibadah.
Namun, bagaimana sebenarnya pandangan Islam terkait hukum mandi sebelum menjalankan puasa Ramadan?
Dalam ketentuan syariat Islam, mandi sebelum puasa Ramadan tidak termasuk syarat sah puasa. Puasa tetap dinilai sah selama niat puasa dilakukan sebelum terbit fajar. Kewajiban mandi baru berlaku apabila seseorang berada dalam kondisi hadas besar, seperti setelah berhubungan suami istri, keluarnya mani, atau bagi perempuan yang telah selesai menjalani masa haid dan nifas.
Mandi Sebelum Puasa Ramadan: Pentingnya Kesucian dalam Ajaran Islam
Meski tidak diwajibkan, Islam menempatkan kebersihan dan kesucian sebagai bagian penting dalam pelaksanaan ibadah. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-qur’an:
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.”
(QS. Al-Baqarah: 222)
Rasulullah SAW juga menegaskan pentingnya menjaga kebersihan melalui sabdanya:
“Kebersihan adalah sebagian dari iman.”
(HR. Muslim)
Berdasarkan keterangan para ulama, tidak terdapat dalil khusus yang secara tegas memerintahkan mandi sebelum puasa Ramadan. Kendati demikian, mandi sunnah dianjurkan sebagai bentuk kesiapan diri dalam menyambut ibadah yang memiliki keutamaan besar.
Hukum Mandi Sebelum Puasa Ramadan
Secara umum, hukum mandi sebelum puasa Ramadan terbagi ke dalam dua kategori. Pertama, mandi wajib, yakni mandi yang dilakukan untuk menghilangkan hadas besar. Dalam kondisi ini, mandi bersifat fardhu agar seseorang dapat menjalankan ibadah lain, seperti shalat dan membaca Al-qur’an.
Kedua, mandi sunnah menyambut Ramadan. Mandi ini tidak bersifat wajib, tetapi dianjurkan sebagai amalan sunnah untuk membersihkan diri dan menata kesiapan lahir batin menjelang datangnya bulan penuh keberkahan.
Bacaan Niat Mandi
Bagi mereka yang melaksanakan mandi wajib, niat yang dibaca adalah:
Arab:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya:
“Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar karena Allah Ta’ala.”
Sementara itu, niat mandi sunnah menyambut Ramadan cukup dilakukan di dalam hati dengan tujuan membersihkan diri dan mempersiapkan pelaksanaan ibadah puasa semata-mata karena Allah SWT.
Tata Cara Mandi yang Dianjurkan
Tata cara mandi, baik mandi wajib maupun mandi sunnah, pada prinsipnya sama. Diawali dengan membaca niat, kemudian mencuci kedua tangan, membersihkan bagian tubuh yang kotor, dan dilanjutkan dengan berwudhu. Setelah itu, air disiramkan ke kepala hingga merata ke kulit kepala, lalu membasuh seluruh tubuh dari sisi kanan ke kiri hingga tidak ada bagian yang terlewat.
Para ulama menjelaskan bahwa mandi dinyatakan sah apabila air telah mengenai seluruh tubuh dan niat dilakukan dengan benar, meskipun tidak mengikuti urutan secara sempurna.
Makna Spiritual Menyambut Ramadan
Mandi sebelum Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai upaya membersihkan tubuh, tetapi juga menjadi simbol kesiapan hati dalam menyambut bulan penuh ampunan dan rahmat. Dengan tubuh yang bersih dan niat yang lurus, umat Islam diharapkan dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih khusyuk dan penuh kesadaran spiritual.
Sebagai penutup, mandi sebelum puasa Ramadan bukanlah kewajiban mutlak, kecuali bagi mereka yang berada dalam kondisi hadas besar. Meski demikian, menjaga kebersihan dan kesucian diri tetap menjadi bagian penting dari ajaran Islam dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.** (tds)





