PenaKu.ID – Wangi manis melon yang ranum seketika menyeruak saat memasuki greenhouse bambu sederhana di Desa Sukajaya. Di sana, ribuan buah melon kualitas premium tampak bergelantungan cantik, menggoda siapa saja untuk memetiknya langsung dari dahan.
Momentum libur kerja dengan mengambil cuti kali ini pun dimanfaatkan warga untuk beralih sejenak dari hiruk-pikuk pusat perbelanjaan menuju segarnya wisata alam di Kampung Melon tepatnya berlokasi di Deaa Sukajaya, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Putri Arum Kusuma (24), pengunjung asal Cibadak, mengaku sengaja memboyong keluarganya ke sini demi memberikan pengalaman baru bagi sang anak. Ia ingin anak-anaknya lebih dekat dengan alam dan menjauh sejenak dari ketergantungan gadget.
“Awalnya tahu dari TikTok. Menarik banget karena bisa menambah experience anak. Mereka jadi tahu wujud pohon melon itu seperti apa dan ternyata jenisnya banyak sekali,” ujar Putri kepada PenaKu.ID, Rabu (11/02/2026).
Bagi Putri, sensasi memetik buah langsung memberikan kepuasan tersendiri. Dari sekian banyak jenis yang ada, Honey Globe menjadi primadonanya.
“Rasanya beda dengan yang di toko buah; lebih manis, lebih renyah, dan juicy. Saya sampai kaget ternyata di Sukabumi ada wisata petik buah sekeren ini, jadi tidak perlu jauh-jauh ke Bandung atau Puncak lagi,” tambahnya.
Kampung Melon: Koleksi Mancanegara di Lahan Lokal
Iman Yudasasmita, Penanggung Jawab Kampung Melon, menjelaskan bahwa tempat ini mengoleksi sedikitnya 10 varietas melon dunia. Saat ini, ada lima varietas unggulan yang sedang dalam masa panen, yakni Manami, Minori, Fujisawa, Rangipo, dan Honey Globe.
“Benihnya kami datangkan dari berbagai negara. Ada Rangipo dan Fujisawa dari Belanda, Honey Globe dari Taiwan, hingga Hamikwa dari China. Kami juga tetap mengembangkan potensi lokal seperti jenis Ladika,” kata Iman.
Kualitas melon di sini tidak main-main. Standar perawatannya setara dengan melon yang dipasok ke supermarket besar. Tak heran jika varietas Honey Globe menjadi favorit karena teksturnya yang unik—renyah layaknya buah pir namun dengan rasa manis yang sangat pekat.

Wisata Sambil Belajar di Kampung Melon
Lebih dari sekadar tempat belanja buah, Kampung Melon mengusung konsep edukasi. Setiap pengunjung yang masuk ke greenhouse akan didampingi petugas khusus.
“Petugas kami akan mendampingi sambil mengedukasi pengunjung tentang cara memilih buah yang sudah matang sempurna hingga cara perawatannya,” jelas Iman.
Kepopuleran Kampung Melon terbukti dari lonjakan pengunjung saat akhir pekan atau hari libur yang mencapai 200 hingga 300 orang per hari. Wisatawan yang datang tidak hanya warga lokal Sukabumi, tetapi juga dari Jabodetabek dan Bandung.
“Dalam sehari, rata-rata melon yang dipetik mencapai 80 hingga 120 kilogram. Bahkan saat weekend, dalam dua hari saja bisa mencapai 350 kilogram,” ungkapnya.
Kampung Melon: Akses Terjangkau, Kualitas Memukau
Untuk menikmati pengalaman ini, pengunjung tidak dikenakan biaya masuk sepeser pun (gratis). Pengunjung hanya perlu membayar buah yang mereka petik sendiri dengan harga flat Rp30.000 per kilogram untuk semua jenis varietas.
Dengan total luas lahan mencapai 3.000 m² yang terbagi dalam lima unit greenhouse, potensi panen di tempat ini bisa mencapai 1,5 ton per rumah kaca dengan omzet berkisar Rp30-40 juta sekali panen.
Bagi Anda yang mencari alternatif liburan edukatif dengan akses strategis, Kampung Melon Sukabumi siap menyuguhkan kesegaran buah premium langsung dari pohonnya.**











