Pemerintahan

Respon Cepat Instruksi Presiden, Bupati Bogor Pimpin Langsung Penataan Estetika di Kabupaten Bogor

×

Respon Cepat Instruksi Presiden, Bupati Bogor Pimpin Langsung Penataan Estetika di Kabupaten Bogor

Sebarkan artikel ini
Respon Cepat Instruksi Presiden, Bupati Bogor Pimpin Langsung Penataan Estetika di Kabupaten Bogor
Bupati Bogor, Rudy Susmanto. (Foto:Riyan/PenaKu.ID).

PenaKu.ID – Menanggapi sindiran halus namun tegas dari Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026 mengenai kesemrawutan baliho dan spanduk di wilayah Bogor, Pemerintah Kabupaten Bogor langsung mengambil langkah nyata.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa apa yang disampaikan Presiden bukan sekadar teguran untuk satu wilayah, melainkan pesan mendalam bagi seluruh pemimpin daerah di Indonesia.

Instruksi Presiden Direspon Cepat Bupati Bogor Penataan Estetika di Kabupaten Bogor

Dalam keterangannya kepada awak media, Rudy Susmanto menjelaskan bahwa pemilihan Bogor sebagai contoh oleh Presiden Prabowo merupakan hal yang wajar mengingat Bogor adalah tempat tinggal sang Presiden.

“Presiden berpikir secara global dan besar. Beliau memberikan satu contoh (Bogor) sebagai pesan untuk seluruh masyarakat dari Sabang sampai Merauke. Karena Bogor adalah halaman rumah beliau sendiri, maka wajib bagi kita untuk menatanya bersama-sama dengan baik,” ujar Rudy Susmanto, Rabu (4/2/2026).

Pembersihan Baliho: Dari Gadog hingga Perbatasan Cianjur

Rudy Susmanto menegaskan bahwa penataan ini tidak hanya terfokus di area Babakan Madang atau Bojong Koneng saja. Sejak bulan Oktober dan November, pembersihan besar-besaran terhadap media luar ruang yang bermasalah telah dilakukan.

Sasaran Utama Pembersihan dilakukan sepanjang jalur utama, mulai dari Gadog hingga perbatasan Cianjur. Dan ada beberapa Kriteria Penertiban seperti halnya Baliho atau billboard yang tidak memiliki izin resmi, Atribut yang memiliki izin, namun mengganggu estetika kota atau membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Atribut Partai Tidak Kebal Aturan

Menjelang dinamika politik, Rudy juga menyoroti keberadaan atribut partai politik. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak melarang pemasangan atribut tersebut, namun kepatuhan terhadap estetika adalah harga mati.

“Siapa pun boleh memasang atribut, baik partai maupun kegiatan lainnya. Namun, estetika harus diperhatikan. Jika tidak tepat, tidak bagus, atau mengganggu kepentingan umum, akan kami tertibkan bersama-sama,” tegasnya.

Komitmen “Gentengisasi”

Selain masalah baliho, Rudy Susmanto juga menyatakan kesiapannya menjalankan arahan Presiden terkait program “gentenisasi” atau perbaikan kualitas visual bangunan di wilayah Bogor. Sebagai pucuk pimpinan tertinggi, arahan Presiden akan ditindaklanjuti secara bertahap.

“Beliau adalah panglima tertinggi, pemimpin tertinggi bangsa Indonesia. Arahan dan amanah beliau sudah melalui pertimbangan yang matang untuk kebaikan masyarakat. Kami akan menindaklanjutinya tahap demi tahap,” tutup Rudy Susmanto.***