Ekonomi

Harga Emas Cetak Sejarah, Buyback Ikut Melonjak

×

Harga Emas Cetak Sejarah, Buyback Ikut Melonjak

Sebarkan artikel ini
Harga Emas Cetak Sejarah, Buyback Ikut Melonjak
Harga Emas Cetak Sejarah, Buyback Ikut Melonjak. /Ilustrasi (pixabay)

PenaKu.ID – Harga emas kembali mencatat penguatan signifikan pada perdagangan Kamis (29/1/2026). Lonjakan harga emas global yang menembus rekor tertinggi mendorong kenaikan tajam emas batangan di pasar domestik, termasuk produk Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

Infromasi dihimpun, emas batangan Antam ukuran 1 gram hari ini naik Rp165.000 menjadi Rp3.168.000 per gram. Kenaikan tersebut melanjutkan tren penguatan sejak awal tahun, seiring meningkatnya minat investor terhadap emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi.

Tak hanya harga jual, nilai buyback atau pembelian kembali emas oleh Antam juga mengalami kenaikan. Harga buyback tercatat naik Rp135.000 menjadi Rp2.989.000 per gram. Dengan demikian, selisih antara harga jual dan buyback saat ini mencapai Rp179.000 per gram.

Harga Emas Dunia Dekati US$5.600 per Ons

Dari pasar global, emas dunia kembali mencetak rekor baru. Berdasarkan laporan Reuters, harga emas spot naik sekitar 2% dan diperdagangkan di kisaran US$5.500 per ons troi. Bahkan, pada perdagangan Kamis pagi waktu Asia, harga emas sempat mendekati level US$5.600 per ons.

Penguatan harga emas global didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap aset aman (safe haven). Faktor ketidakpastian ekonomi global, tensi geopolitik, serta pelemahan dolar Amerika Serikat turut memperkuat daya tarik emas di mata investor internasional.

Kinerja Emas Menguat Tajam

Secara tahunan, kinerja emas menunjukkan penguatan yang sangat solid. Data pasar mencatat investor yang membeli emas Antam pada awal 2025 kini telah menikmati kenaikan harga lebih dari 80%. Capaian tersebut menegaskan peran emas sebagai instrumen lindung nilai jangka panjang yang relatif stabil di tengah gejolak pasar keuangan.

Prospek Harga Emas ke Depan

Analis menilai tren penguatan emas masih berpeluang berlanjut, meski potensi koreksi jangka pendek tetap membayangi. Pergerakan harga emas ke depan akan sangat dipengaruhi oleh arah kebijakan suku bunga global, dinamika geopolitik, serta pergerakan nilai tukar dolar AS.

Dengan harga yang berada di level tertinggi sepanjang sejarah, emas dinilai tetap menarik bagi investor jangka panjang. Namun, kehati-hatian tetap diperlukan, terutama bagi pelaku pasar yang baru masuk di tengah kondisi harga yang sudah berada di puncak.** (tds)