PenaKu.ID – Thailand kini berada dalam status siaga satu terhadap potensi penyebaran virus Nipah, sebuah patogen mematikan yang ditularkan oleh kelelawar buah.
Sebagai penyakit zoonosis dengan tingkat fatalitas mencapai 70%, virus ini menjadi ancaman serius bagi kawasan Asia Tenggara.
Kedekatan geografis antara Thailand, Malaysia, dan Indonesia menuntut adanya koordinasi lintas negara yang ketat guna mencegah wabah yang pernah melumpuhkan industri peternakan di masa lalu kembali terulang.
Sejarah Kelam dan Pola Penularan Virus Nipah
Virus Nipah pertama kali diidentifikasi pada akhir 1990-an di Malaysia, di mana babi menjadi inang perantara sebelum menulari manusia.
Namun, di beberapa wilayah seperti Bangladesh dan India, penularan sering terjadi secara langsung dari kelelawar ke manusia melalui buah atau minuman yang terkontaminasi air liur hewan tersebut.
Gejala yang ditimbulkan sangat berat, mulai dari demam tinggi hingga radang otak (ensefalitis) akut yang dapat menyebabkan koma dalam waktu singkat.
Langkah Preventif Thailand dan Indonesia untuk Mencegah Virus Nipah
Pemerintah Thailand melalui Departemen Pengendalian Penyakit telah memperketat skrining di bandara bagi pelancong dari wilayah berisiko seperti India.
Meskipun di Indonesia belum ditemukan kasus pada manusia, keberadaan reservoir alami berupa kelelawar Pteropus menjadikan kewaspadaan sebagai hal yang wajib.
Edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya mengonsumsi buah yang digigit kelelawar serta penguatan sistem pengawasan kesehatan hewan adalah kunci untuk membendung masuknya virus berbahaya ini.**












