PenaKu.ID – Oatmeal atau bubur gandum (havermut) telah lama dipuja sebagai makanan super untuk diet. Namun, banyak orang yang bingung mengapa berat badan mereka tetap stagnan meskipun rutin mengonsumsi gandum ini.
Kunci utamanya terletak pada cara pengolahan dan tambahan yang disertakan dalam semangkuk havermut tersebut. Kalori dalam havermut bisa sangat bervariasi tergantung pada bagaimana Anda menyajikannya.
Pengaruh Topping Oatmeal terhadap Total Energi
Havermut murni sebenarnya memiliki kalori yang relatif rendah dan serat yang tinggi. Namun, ketika kita menambahkan susu penuh lemak, gula pasir, sirup mapel, atau selai kacang dalam jumlah banyak, jumlah kalorinya bisa melonjak drastis.
Penambahan buah kering yang tinggi gula juga berkontribusi besar dalam meningkatkan beban kalori harian yang mungkin tidak disadari oleh pelaku diet.
Cara Memasak Oatmeal yang Lebih Efektif
Pilihan cairan untuk memasak havermut juga sangat berpengaruh. Menggunakan air putih atau susu rendah lemak jauh lebih disarankan bagi mereka yang ingin menjaga berat badan.
Selain itu, porsi juga memegang peranan penting. Serat dalam oatmeal memang memberikan efek kenyang lebih lama, tetapi mengonsumsinya secara berlebihan tetap akan menumpuk kalori yang tidak dibutuhkan tubuh.**










