PenaKu.ID – Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, turut memberikan komentar pedas terkait polemik kepemilikan Greenland yang sedang memanas
Lavrov menyatakan bahwa secara historis, Greenland merupakan sisa dari penaklukan kolonial masa lalu yang statusnya kini semakin rumit. Pernyataan ini muncul di tengah tekanan Amerika Serikat yang ingin memperluas pengaruhnya di wilayah strategis tersebut.
Bantahan Rusia Atas Tuduhan Ekspansi
Meskipun memberikan komentar kritis, Lavrov menegaskan bahwa Moskow tidak memiliki niat sedikit pun untuk menguasai atau ikut campur dalam urusan Greenland.
Ia menepis tuduhan pihak Barat yang menyebut Moskow memiliki rencana ekspansi serupa dengan apa yang dilakukan Washington. Bagi Rusia, stabilitas di wilayah Arktik harus dijaga tanpa adanya intervensi yang merugikan kedaulatan wilayah otonom.
Krisis Diplomatik Uni Eropa dan Amerika Serikat Menurut Rusia
Ancaman tarif impor yang dilontarkan Trump kepada negara-negara Eropa yang menentang rencananya telah memicu krisis ekonomi baru.
Uni Eropa kini bersiap melakukan pertemuan darurat untuk merumuskan langkah balasan terhadap kebijakan perdagangan Amerika. Isu Greenland yang awalnya hanya masalah teritorial, kini telah bertransformasi menjadi perang dagang dan diplomatik yang mengancam aliansi transatlantik.**











