Ragam

Viral di TikTok, Proyek Jembatan di Desa Leuwikaret Bogor Mangkrak, Pemdes Berikan Penjelasannya!!

×

Viral di TikTok, Proyek Jembatan di Desa Leuwikaret Bogor Mangkrak, Pemdes Berikan Penjelasannya!!

Sebarkan artikel ini
Viral di TikTok, Proyek Jembatan di Desa Leuwikaret Bogor Mangkrak, Pemdes Berikan Penjelasannya!!
Unggahan Video Tiktok Akun @abuy7144. (Riyan/PenaKu.ID).

PenaKu.ID – Proyek pembangunan jembatan di Kampung Cibuntu, Desa Leuwikaret, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, mendadak viral di media sosial TikTok. 

Sebuah video yang diunggah oleh akun @abuy7144 memperlihatkan kondisi jembatan yang dinilai mangkrak dan belum bisa dilalui secara optimal oleh kendaraan.

Keluhan Warga di Media Sosial Tiktok Terkait Pekerjaan Jembatan

​Dalam video berdurasi sekitar 50 detik tersebut, pengunggah menunjukkan struktur jembatan yang tampak sudah berdiri namun belum tersambung sepenuhnya dengan akses jalan. 

Di lokasi juga terpampang papan proyek yang mencantumkan lokasi tersebut berada di Kp. Cibuntu RT 002 RW 005, Desa Leuwikaret, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. ​Sumber anggaran adalah Dana Desa (APBN) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp. 64.067.586,-. dengan lama pekerjaan selam 14 hari kalender.

​Netizen dalam video tersebut mengeluhkan bahwa pekerjaan sudah berjalan lebih dari dua bulan namun belum kunjung selesai, padahal jembatan tersebut merupakan akses penting bagi warga.

Tanggapan Pemerintah Desa Leuwikaret, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor 

​Menanggapi video yang beredar di media sosial, Jamaludin, selaku Kasi Kesra Desa Leuwikaret, memberikan klarifikasi terkait kondisi di lapangan. Ia menegaskan bahwa secara teknis, pekerjaan tahap awal tersebut sudah sesuai dengan rencana dan spesifikasi yang ditentukan.

​”Pekerjaan tersebut sudah sesuai dengan perencanaan dan spesifikasi. Gambar (perencanaannya) ada,” ujar Jamaludin kepada PenaKu.ID, Rabu (17/12/2025).

Namun, Jamaludin tidak menampik adanya kekeliruan dalam proses pembangunan. Menurutnya, sebenarnya pihak TPK pengadaan barang dan jasa di desa, serta pihak yang di kerjasamakan sudah sangat profesional.

“Namun beberapa kendala muncul setelah pihak yang di kerjasamakan memulai pekerjaan dikarenakan ada perbedaan pendapat salah satu warga disana yang mengaku tenaga ahli dalam bekerja bidang jembatan, padahal dari pihak rekanan sudah ada tenaga ahli pendamping dalam pelaksanaan tersebut,” ungkap Jamaludin.

Menurutnya, akibat dari perbedaan pendapat dari tenaga ahli diwilayah dan pihak TPK wilayahpun setuju, maka terjadilah pembangunan tersebut atas pendapat salah satu warga tersebut.

“Pihak rekanan kembali melaksanakan tugasnya sesuai spek namun dengan titik koordinat dan pemahaman yang di berikan oleh salah satu tenaga ahli wilayah,” paparnya.

​Rencana Kelanjutan Pembangunan

​Sebagai langkah tindak lanjut, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Leuwikaret telah melakukan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) untuk membahas penyelesaian jembatan tersebut.

​”Pemdes sudah musyawarah desa khusus terkait hal tersebut. Insyaallah jembatan akan dilanjutkan pembangunannya pada Dana Desa Tahap 1 mendatang,” pungkas Jamaludin.

​Warga berharap pembangunan ini segera tuntas mengingat jembatan tersebut merupakan jalan utama yang sangat dibutuhkan untuk mobilitas sehari-hari.***