PenaKu.ID – Bagi seorang mukmin, muhasabah di malam hari atau introspeksi diri adalah ritual penting yang tidak boleh dilewatkan. Muhasabah adalah proses evaluasi diri atas segala tindakan, ucapan, dan niat yang telah dilakukan sepanjang hari.
Keuntungan paling besar dari kegiatan ini adalah kesempatan untuk mengidentifikasi kesalahan dan kekurangan diri secara jujur, sebelum kesalahan tersebut menumpuk dan menjadi karakter. Ini adalah waktu untuk melakukan koreksi diri, menetapkan niat baru, dan menyusun strategi yang lebih baik untuk esok hari.
Muhasabah di Malam Hari sebagai Pemelihara Kualitas Ibadah
Dengan muhasabah, seorang mukmin dapat menilai sejauh mana kualitas ibadah dan ketaatannya. Apakah ibadahnya dilakukan dengan khusyuk? Apakah ada janji yang terabaikan? Evaluasi ini membantu memperbaiki kualitas hubungan vertikal dengan Tuhan dan horizontal dengan sesama manusia.
Kebiasaan ini menciptakan kesadaran diri yang tinggi, mencegah seseorang dari kesombongan, dan mendorongnya untuk terus meningkatkan amal kebaikannya. Muhasabah malam menjadi penutup hari yang penuh kesadaran dan persiapan untuk menghadapi hari berikutnya dengan jiwa yang lebih siap.
Mengunci Hari dengan Muhasabah di Malam Hari
Melakukan muhasabah sebelum tidur memberikan ketenangan batin yang mendalam. Dengan mengakui dan menyesali kesalahan (disertai istighfar), beban pikiran akan berkurang.
Mukmin dapat tidur dengan hati yang bersih, menyadari bahwa ia telah berusaha sebaik mungkin dan menyerahkan segala urusan kepada Sang Pencipta. Keadaan damai ini sangat penting untuk istirahat yang berkualitas, memastikan energi spiritual dan fisik pulih sepenuhnya untuk menyambut fajar dengan semangat baru.**











