Peristiwa

Miris, Siswa SD di Cianjur Belajar Lesehan Tanpa Meja dan Kursi

×

Miris, Siswa SD di Cianjur Belajar Lesehan Tanpa Meja dan Kursi

Sebarkan artikel ini
Miris, Siswa SD di Cianjur Belajar Lesehan Tanpa Meja dan Kursi
Miris, Siswa SD di Cianjur Belajar Lesehan Tanpa Meja dan Kursi

PenaKu.ID – Kondisi memprihatinkan dialami para siswa SDN Sukawangi 2, Desa Sukawangi, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di empat ruang kelas di sekolah tersebut berlangsung tanpa meja dan kursi. Para siswa SD itu terpaksa belajar dengan posisi tengkurap atau duduk lesehan di lantai.

Empat ruang kelas yang terdampak yakni kelas III, IV, V, dan VI. Sementara itu, siswa kelas I dan II siswa SD hanya menggunakan kursi lama yang sebagian besar merupakan bantuan pascagempa dan telah diperbaiki secara darurat. Kondisi ini dinilai sangat menghambat kenyamanan dan efektivitas proses belajar.

Wali Kelas V, Bagus Aulia Rahman, menyampaikan keprihatinannya atas keterbatasan sarana tersebut. Ia mengungkapkan bahwa para siswa sering mengeluh karena harus belajar tanpa fasilitas meja dan kursi.

“Anak-anak sering mengeluh karena duduk lesehan terlalu lama. Mereka merasa pegal, dan ini berdampak pada kesehatan karena harus membungkuk. Konsentrasi pun terganggu, bahkan ada yang sampai belajar sambil berbaring karena kelelahan,” ujarnya, Rabu (24/7/25).

Jumlah Siswa SDN Sukawangi 2

Bagus menjelaskan, jumlah siswa SDN Sukawangi 2 mencapai 189 orang, dengan rata-rata 30 siswa per kelas. Dengan keterbatasan sarana yang ada, guru harus bekerja ekstra untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif.

“Membuat siswa fokus dalam kondisi seperti ini sangat sulit. Kami berharap Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Cianjur segera merespons dan memberikan bantuan mebeler,” tambahnya.

Menurut Bagus, pihak sekolah telah beberapa kali mengajukan permohonan bantuan sejak 2022. Bahkan sudah ada pihak luar yang meninjau langsung kondisi sekolah dan menjanjikan akan menjembatani bantuan. Namun hingga kini, belum ada realisasi.

“Ruang guru pun tidak memiliki fasilitas yang memadai. Kami berharap sekolah ini bisa mendapatkan perhatian dan difasilitasi secara layak agar proses belajar mengajar berjalan maksimal,” katanya.

Keluhan juga datang dari April (10), siswi kelas IV SDN Sukawangi 2. Ia mengaku mengalami kesulitan saat belajar karena harus terus-menerus membungkuk di atas lantai yang dingin.

“Kalau nulis suka pegal dan punggung sakit. Lantainya juga dingin. Saya ingin seperti anak-anak di sekolah lain yang punya meja dan bangku,” ucap April saat ditemui di ruang kelasnya.

April mengatakan dirinya sudah terbiasa belajar secara lesehan sejak kelas III. Meski demikian, ia tetap berharap suatu hari bisa merasakan kenyamanan belajar dengan fasilitas yang layak.

“Saya cuma ingin ada meja dan bangku, biar bisa belajar dengan nyaman,” tutupnya.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *